Sinergi Lembaga Litbang dalam Menyusun Fokus Riset Teknologi Penginderaan Jauh menjadi Prioritas Riset Nasional 2020-2024

Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas tentang Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif tanggal 9 April 2018 telah memberikan arahan tentang pentingnya melakukan sinergi dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan yang ada di semua kementerian lembaga agar penggunaan dana penelitian bisa lebih efektif dan efisien untuk menghasilkan output penelitian yang mempunyai dampak nyata bagi masyarakat. Anggaran penelitian tidak boleh “diecer-ecer” atau “dibagi-bagi” ke setiap Kementerian/Lembaga tanpa sasaran yang jelas. Oleh karena itu pemerintah perlu upaya untuk melakukan Refocusing distribusi anggaran untuk kegiatan penelitian dan pengembangan yang ada di setiap Kementerian/Lembaga.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 telah ditetapkan dan ditandatangani pada tanggal 17 April 2018. RIRN merupakan pedoman bagi kementerian/Lembaga/pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menyusun rencana aksi dalam pelaksanaan Riset Nasional. Melalui RIRN pemerintah akan berusaha untuk : 1. meningkatkan literasi ilmu pengetahuan dan teknologi, 2. meningkatkan kapasitas, kompetensi dan sinergi Riset Nasional, 3. Memajukan perekonomian nasional berbasis pengetahuan dan teknologi. Strategi yang dilakukan dengan menyusun rencana transisi kelompok makro Riset dalam periode 5 (lima) tahunan dan menyusun kebijakan pendukung pencapaian tujuan Riset Nasional.

Perpres tentang RIRN, telah memberikan amanah kepada  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagaimana tertuang dalam Pasal 9 Perpres Nomor 38 Tahun 2018 untuk melaksanakan RIRN dengan menyusun dan menetapkan Prioritas Riset Nasional (PRN), dengan jangka waktu 5 (lima) tahun meliputi : Fokus Riset untuk setiap bidang Riset, tema Riset, topik Riset, Institusi pelaksana, target capaian, dan rencana alokasi anggaran. Pasal 12 untuk menetapkan tata cara dan penyusunan PRN, serta pasal 15 untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan RIRN melalui PRN.

Dalam rangka mensinergikan kegiatan riset dan memastikan kesiapan pelaksanaan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 menjadi Flagship Nasional, Direktorat Sistem Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan rapat koordinasi lintas institusi penelitian untuk membahas beberapa hal terutama penetapan target capaian, Work Breakdown Structure dan kebutuhan alokasi anggarannya.

Pembahasan flagship Prioritas Riset Nasional Teknologi Penginderaan Jauh untuk kawasan konservasi, pencegahan pencemaran, kebencanaan dan pemanfaatan sumber daya alam dipandu oleh bapak Suhetris selaku plh direktur sistem riset dan pengembangan yang dilakukan di Hotel Four Points by Sheraton pada Hari Senin, 20 Mei 2019. Hadir dalam rapat tersebut antara lain perwakilan dari Lapan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BMKG, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Dirjen Inovasi Kemenristekdikti, Dirjen Risbang kemenristekdikti.