Roadmap – Foresight Teknologi terkait Kebencanaan di Indonesia Tahun 2030 dan 2045

Indonesia secara alamiah terletak pada daerah khatulistiwa dan simpang pertemuan lempeng tektonik utama. Kondisi alamiah ini menyebabkan terjadinya fenomena alam berupa curah hujan tinggi, iklim tropis, siklus dua musim, gempa bumi dan tsunami. Fenomena ini berpotensi menimbulkan risiko kerusakan dan korban jika dikaitkan dengan populasi dan struktur tata ruang Indonesia.

Terdapat dua upaya yang dilakukan untuk meminimalkan risiko yaitu tindakan mitigasi dan adaptasi. Di sisi lain, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan upaya mitigasi melalui berbagai sistem peringatan dini (early warning) dan proses tanggap darurat menjadi lebih efektif dan efisien. Trend dalam memanfaatkan berbagai data (big data) dalam kerangka Global Earth Observation System of Systems, sensor jaringan observasi yang semakin banyak, kombinasi artificial intelligent dengan robot merupakan peluang masa depan untuk upaya meminimalkan risiko kerugian dan korban. Tantangannya adalah populasi Indonesia yang diperkirakan sekitar 318 juta jiwa pada tahun 2045 yang 65% berdiam pada daerah perkotaan, merupakan aspek yang harus diperhatikan.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) saat ini menyusun Roadmap – Foresight Teknologi terkait Kebencanaan di Indonesia Tahun 2030 dan 2045. Jenis bencana yang menjadi topik kajian adalah:

  1. Bencana geologi (gempa, tsunami, gunungapi),
  2. Bencana hidrometeorologi (banjir, kekeringan, cuaca ekstrim, longsor)
  3. Bencana gagal teknologi, dan
  4. Bencana lingkungan.

LAMPIRAN PEMAPARAN :